Membaca Buku untuk Rajo

 

hal depan tawanan Buddha

Bukan bermaksud untuk pilih kasih, kenapa blog ini dinamakan BukuRajo. Bukan. Penamaan justru karena dia yang lahir paling belakangan, dan besar kemungkinan apabila dibacakan buku untuknya yang ada malah dia bengong, tersenyum geli, tertawa, ngiler dan sebangsanya.

Isi blog ini tentu saja soal buku, benda yang jadi favorit saya sampai saat ini, sampai detik ini. Tapi tahukah kamu, buku bukan hanya dalam bentuk fisik seperti apa yang kita lihat dan apa yang biasa kita pegang. Buku juga menjelma dalam bentuk non-fisik, dalam untaian hikmah, kisah-kisah, dongeng dan banyak lagi.

Bukankah kehidupan itu buku untuk dibaca?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s